puisi: Kepada Lelaki di Seberang Meja

00.18

Kepada Lelaki di Seberang Meja                oleh : hardianti

Wahai lelaki di seberang meja
Telah genap lima hari aku tak melihatmu
Sedang  malam ini kau berada tepat di seberang mejaku
Teranglah semuanya…
Rindu ini semakin lama semakin nyata
Tak tahu harus kemana di tumpahkan
Semua rasa yang ada membuatku diam
Sungguh aku lelah untuk terus menerka malu mu
Aku bosan setiap kali menebak makna diam mu
Kepada lelaki di seberang meja
Semua penghuni kantin menyanyikan lagu rindu
Sedang aku menyendiri berteman laptop
Betapa ramainya malam ini
Sayangnya tak seramai diam mu
Jika diam adalah jalan terbaik
Jika menundukkan wajah adalah caramu menghormatiku
Baiklah…
Aku mulai mengerti
Meski hujan di hatiku
Diamlah …
Jangan kau mencoba-coba curi-curi pandang lagi
Karena itu membuatku mual
Lihatlah pada sekelilingku
Sorak-sorak tembang cinta
Kian membuatku iri
Menohok batinku
Ini memang melankolis
Ya, mau bagaimana lagi
beginilah adanya
Ingin aku menghardik mereka
Supaya damai datang lagi
Sayangnya, aku telah menikmati sakit ini
                               
Ahh, nampaknya semua penghuni kantin ini tak mengerti aku
Atau malah meyakinkan aku
Semuanya tak pasti
Meski gendang dan gitar telah sedari tadi terdengar
Meski mereka telah menyanyikan lagu-lagu lawas
Aku belum yakin


                                          Kantin asrama UI Depok, 19 april 12





You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images