cerpen: Cinta di Kala Senja

23.05

Cinta di Kala Senja
Oleh: HARDIANTI

Peluh mulai mengalir lewat tubuh rapuhku. Ku hapus dengan sisa-sisa tenagaku. Aku memang telah berumur. Tak bergairah bagai remah-remah roti. Tetapi setidaknya dahulu aku pernah punya gairah. Sebuah gairah yang mengantarkan aku pada kemeranaan. Menyiksa hari-hari tuaku. Memang benar apa kata pepatah penyesalan selalu datang belakangan.
Aku Rio Perdana lelaki tua tanpa sanak saudara. Semua keluargaku telah hilang bagai tertelan bumi. Yang tersisa dalam hari-hari tua ku adalah cinta ini. Aku sudah tak memperdulikan harta bertumpuk . Percuma aku punya segalanya jikalau tanpa ada Eva di sampingku.
“ahkkk…”  aku berteriak mengingat kebodohan ku. Kebodohan yang mengantarkan aku kehilangan harta yang sesungguhnya. Cinta.
Ku berjalan perlahan. Meraba-raba dan bertumpuh pada tongkat. Dalam diam aku berbelok menuju kamarku,lalu membuka lemari dan mengambil satu album berdebu . Dengan berkaca-kaca kubuka lembaran demi lembaran. Mataku terhenti pada satu sosok yang ada di lembaran album tersebut. Seorang gadis berusia dua puluh empat tahun, memakai kerudung biru sedang berpose ceria dengan background kebun bunga.
“ Eva,,hiks..hiks” aku merasakan beban yang menghimpit dadaku.
“Seandainya kau tak pergi secepat ini…!!!” mendadak bayangan masa mudaku berkelebat di depan ku. Ada seorang gadis yang sepertinya Eva sedang menjahit pakaian. Lalu tiba-tiba bayangan itu berpindah ke seorang laki-laki dalam sebuah café dengan di kelilingi gadis-gadis cantik . Bayangan tadi berpindah lagi menuju sebuah pertengkaran ,yang berakhir pada kematian.
“ahkk..” kepala ku terasa berputar. Sedetik kemudian aku merasa tubuh ku ambruk.
************************************************************************

“Rio, bangun sayang” sebuah suara yang aku kenal membangunkan aku. Kenapa aku menjadi muda lagi .” Ahh, tidak itu bukan aku!!” buktinya sekarang aku masih berdiri disini. Lalu yang berada di atas ranjang ku itu siapa,dan siapa pula wanita itu?? Seperti tak menghiraukan aku yang berdiri mematung, kedua insan tersebut memadu kasih.
“hai,hai, jangan lakukan itu. Kalian belum menikah. “ teriakku menunjuk keduanya.
“dan,dan kamu lelaki berdasi biru, bukankah kamu sudah beristri?” aku terus berteriak. Namun yang ku dapat hanyalah mereka tak mengetahui keberadaan ku. Memutar otak ,aku memutuskan untuk memperhatikan keduanya .
“Rio sayang,,kamu mau kan menikah dengan aku? Kalau kamu mau aku akan memberikan seluruh harta aku buat kamu!! “ rayu sang wanita. Sementara yang di tanya tampak berpikir keras.
“ Ayo lah ,sayang. Kamu masih mikirin gadis kampung itu ya?? Rajuk nya.
Degg. Aku merasa seperti tertampar.
Lalu tiba-tiba aku sudah berada di sebuah rumah sederhana dengan taman bunga di depannya. Ku lihat lelaki yang berdasi biru tadi muncul dengan menggandeng wanita tadi. Lantang mereka mengucapkan salam kepada penghuni rumah. Langkah terburu-buru keluar dari dalam rumah . Kemudian muncullah seorang gadis cantik. Yang terkaget-kaget melihat suaminya bergandengan mesra dengan wanita lain. Sang suami malah mengajukan sebuah surat kepada gadis penghuni rumah tersebut. Sebuah surat cerai. Tanpa menjelaskan apa-apa sang suami tersebut melenggang dengan angkuhnya bersama wanita tadi.
Sang istri yang berasal dari kasta rendah, tak mampu berbuat apa-apa. Butiran bening pun mengalir di pipinya.
“ahkk” aku yang sedari tadi memperhatikan mereka berteriak penuh tangis. Ingin rasanya aku menghapus air matanya ,memeluknya,dan meyakinkannya bahwa aku mencintainya.
Mendadak pusaran angin menggulung tubuhku. Dan membawa aku kepada sebuah pertengkaran. Kulihat Eva menangis sambil mengelus perutnya. Sementara laki-laki yang mirip denganku tadi berkata yang bukan-bukan dan terus memojokkan Eva.
“itu bukan anakku!!” teriaknya.
Sementara Eva berusaha meyakinkan laki-laki itu bahwa itu adalah anak mereka.  Sepertinya laki-laki itu masih tetap tak percaya. Eva masih berusaha meyakinkan,dia sampai memeluk kaki laki-laki tersebut. Namun, yang di dapat hanyalah caci-maki . Dan jahatnya laki-laki tersebut menendang Eva, membuat Eva kehilangan keseimbangan dan kepalanya membentur dinding. Darah segar mengalir deras . Laki-laki itu tiba-tiba insaf. Lalu berusaha menggendongnya untuk di bawa ke rumah sakit.
“ Eva,aku mohon jangan tinggalkan aku!! Aku gag bisa hidup tanpa kamu….” Raungnya.
Sementara yang di tanya hanya tersenyum tenang. Perlahan-lahan dia menutupkan matanya dengan mengucap kalam ilahi. Laki-laki tersebut masih meraung. Bersamaan dengan itu ,ntah dari mana asalnya ,pusaran angin tersebut kembali menggulungku.
“Bless…” aku telah berada di ruang putih-putih. Ku rasakan tubuhku terasa ringan. Ternyata aku di opname. Ku perhatikan sekelilingku . Tidak ada siapa-siapa. Tapi tunggu dulu . Bukankah yang berdiri di langit-langit itu adalah Eva,istriku. Lalu siapa yang di opname tersebut. Sedangkan aku masih terpekur di atas lantai.
“ckrekk” pintu terbuka. Muncullah tiga orang berpakaian putih-putih. Mengerumuni tubuh rentaku. Selang beberapa menit. Salah satu dari mereka berkata “innalillahi wa innailaihi rojiun…..”
SELESAI
                                                      
Asrama UI, 09 Jan 12

Biodata:
Saya adalah seorang mahasiswa yang gemar menulis. Nama lengkap saya adalah Hardianti dengan nama pena Dian Chandra. Berikut biodata saya :
TTL : Bogor,06 juli 1992
Status : mahasiswa
Fb : Dian Chandra/ cancermizz@yahoo.com

HP : 089601559067

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images