Analisis Singkat Prasasti dan Naskah
23.28
Analisis Singkat Prasasti dan Naskah
Naskah dan prasasti merupakan salah satu bentuk tinggalan budaya
masa lalu. Kajian atas prasasti dan naskah biasanya dilakukan secara
kualitatif. Prasasti adalah artefak bertulis yang dibahas pada bahan yang tidak
mudah rusak. Adapun naskah adalah bahan
tulisan tangan yang bersifat konkrit.
Analisis Prasasti
Yang dimaksud dengan prasasti ialah sumber-sumber sejarah dari masa
lalu yang tertulis yang lebih sahi karena ditulis pada masanya oleh masyarakat
itu sendiri. Pengertian prasasti mengacu pada isi. Umumnya prasasti bersifat
ringkas, ini terlihat dari penggunaan bahasanya yang seperti bahasa telegram
dan juga sebagai maklumat dari suatu
penguasa. Dari pengertian prasasti yang mengacu kepada isi dapat disusun suatu
rekonstruksi sejarah. Mengingat sifat prasasti yang sebagai maklumat dari suatu
penguasa.
Analisis Naskah
Dalam bukunya Edwar Jamaris mengatakan bahwa naskah merupakan semua
bahan tulisan tangan hasil kebudayaan masa lalu pada kertas, lontar, kulit
kayu, dan rotan [(Jasmaris, 2002:3). Ilmu
pengetahuan yang khusus mempelajari naskah disebut kodikologi. Kodikologi
merupakan kajian yang lebih sempit dari filologi. Ruang lingkup kodikologi
antara lain; sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, penelitian tempat
naskah-naskah yang sebenarnya, masalah penyusunan katalog, penyusunan daftar katalog,
perdagangan naskah dan penggunaan naskah. Sering kali dalam penyalinan suatu
teks dari naskah asli ke naskah-naskah yang berikut terjadi penyimpangan-penyimpangan
atau yang disebut dengan corruptions.
Analisis Prasasti dan Naskah
Dalam ilmu arkeologi naskah dapat menguatkan data arkeologi.
Walaupun arkeologi tidak mengkaji naskah tetapi mengambil apa yang telah orang
baca. Sedang prasasti dalam ilmu arkeologi dianggap lebih sahi karena ditulis
pada masanya oleh masyarakat pada masa itu. Prasasti sebagai maklumat dari
seorang penguasa memudahkan arkeologi dalam merekonstruksi sejarah masa lalu.
Selain itu berbeda dengan naskah yang mengalami berulang-ulang penyalinan
sehingga terjadi penyimpangan, maka prasasti hanya di tulis satu kali saja.
Baik prasasti maupun naskah bisa saja dipelajari sesuai dengan
konteks kegunaannya. Mengingat penelitian pada prasasti dan naskah bersifat
kualitatif sehingga nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan yang berkenaan
dengan proses.
Daftar Pustaka
Djamaris, Edwar. Metode Penelitian Filologi.2001.
Jakarta: Manasco.
Nabilah, Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi.2007.Jakarta:Yayasan
Media Alo Indonesia.
Boechari, Melacak Sejarah Kuna Indonesia Lewat Prasasti.
2002. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
0 komentar