Mengungkap keseluruhan isi prasasti Batur dan keterkaitan isi prasasti Batur dengan prasasti E.51 yang ditemukan secara bersamaan.

20.33

 Nama: Hardianti
NPM: 1106001510
Topik: Mengungkap keseluruhan isi prasasti Batur dan  keterkaitan isi prasasti Batur dengan prasasti E.51 yang ditemukan secara bersamaan.
Prasasti adalah artefak bertulisan yang bahannya dapat berasal dari batu, logam (emas, perak,tembaga, perunggu dan lain-lain) serta tanah liat. Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta, prašašti, dari akar kata šamš yang berarti pujian, yaitu tulisan berupa sajak untuk memuji raja. Pada perkembangannya kata prasasti juga diartikan sebagai benda yang ditulisi pada sisi-sisinya (Susanti, 2010: 16-17).
Pada umumnya prasasti-prasasti memperingati penetapan sebidang tanah atau suatu daerah sebagai sīma, daerah perdikan, sebaga anugerah raja kepada seseorang yang berjasa kepada kerajaan atau sebagai anugerah raja untuk kepentingan sesuatu bangunan suci (Boechari,1977:5).  Keterangan-keterangan yang terkandung dalam prasasti apabila diteliti dengan seksama, dapat memberikan gambaran yang menarik mengenai struktur kerajaan, struktur birokrasi, struktur kemasyarakatan, struktur perekonomian, agama, kepercayaan dan adat istiadat di dalam masyarakat Indonesia kuno (Boechari,1977:22). 
Ninie Susanti dalam laporan penelitiannya, menuliskan mengenai sifat dan bahasa prasasti yang unik, karena menggunakan bahasa yang singkat seperti dalam telegram, dan sifatnya yang hanya bertujuan tertentu. Sehingga prasassti harus mengalami penelitian dengan menggunakan analisis tertentu supaya nantinya bisa digunakan sebagai data sejarah (Susanti, 1996: 5).
Ilmu yang mempelajari prasasti disebut epigrafi. Seorang ahli epigrafi tidak saja bertugas meneliti prasasti-prasasti yang belum diterbitkan, tetapi juga meneliti kembali prasasti yang baru terbit dalam transkripsi sementara. Kemudian ia harus menterjemahkan prasasti-prasasti tersebut ke dalam bahasa modern sehingga sarjana-sarjana yang lain, terutama ahli-ahli sejarah dapat menggunakan keterangan-keterangan yang terkandung di dalam prasasti-prasasti itu (Boechari,1977:3`). 
Penelitian ini akan membaca ulang prasasti Batur yang belum diterbitkan hanya pernah dibaca sementara oleh NBG. Berdasarkan keterangan dalam buku Prasasti Koleksi Museum Nasional Jilid I diketahui prasasti ini terdiri dari 3 lempengan tembaga. Dengan nomor inventaris E.50 a-c. Prasasti ini ditemukan bersama-sama dengan nomor inventaris E.51.
Prasasti Batur belum di terjemahkan ke dalam bahasa modern seperti bahasa Indonesia. Prasasti ini hanya dibaca sementara oleh NBG. Dalam pembacaan NBG membaca beberapa nama popular saat ini seperti mpu mada, rakrran apatih rin kahuripan, dan rakryan kanuruhan. Nama kerajaan jangala kadiri juga disebut-sebut. Uniknya prasasti ini juga menyebut samget I jambi, beberapa nama pejabat agama dan 2 nama bulan yakni caitra masa dan bhadrawada. Ada kemungkinan prasasti ini dibuat dalam dua kali bulan.
Adanya indikasi keterkaitan isi prasasti Batur dengan prasasti E.51             mengingat kedua prasasti ditemukan secara bersamaan. Prasasti E.51 belum diterbitkan dan belum dibaca. Prasasti ini berupa satu lempengan tembaga yang ditulis dengan jalan menggurat. Dalam penelitian ini selain membaca ulang prasasti Batur, lalu menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kami juga berusaha mengungkap keseluruhan isi prasasti Batur ( 4 aspek: waktu, tempat, tokoh, dan peristiwa). Untuk kemudian mencari keterkaitan isi prasasti Batur dengan prasasti E.51 yang ditemukan secara bersamaan.

Daftar Pustaka:
Boechari. “Epigrafi dan Sejarah Indonesia”. Majalh Arkeologi, I(2). 2-22. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia,1977.
Boechari & A.S Wibowo. 1985/1986. Prasasti Koleksi Museum Nasional Jilid I. Jakarta: Proyek Pengembangan Museum Nasional. (Tidak Diterbitkan).
Susanti, Ninie. 2010. Airlangga: Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI. Komunitas Bambu.

------------1996. Prasasti Sebagai Data Sejarah Kuna. Penelitian dibiayai oleh Dna OPFSUI:Jakarta.

You Might Also Like

4 komentar

  1. http://www.worldcat.org/title/mpu-monagunas-sumanasantaka-an-old-javanese-epic-poem-its-indian-source-and-balinese-illustrations/oclc/854521061

    BalasHapus
  2. Mpu Monaguṇa's Sumanasāntaka : an Old Javanese epic poem, its Indian source and Balinese illustrations

    BalasHapus
  3. http://tawinusantara.com/?p=505

    BalasHapus
  4. LEMPENGAN TEMBAGA BATUR,
    tanpa tarikh, menyebut Gajah Mada sebagai patih di Janggala-Kediri, sebagai berikut:
    (Rakryan Mapatih) Janggala-Kediri: mPu Mada
    Rakryan Demung: mPu Kapat
    Rakryan Kanuruhan: mPu Pakis
    Rakryan Tumenggung: mPu Nala
    Rakryan Rangga: tidak disebut

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images